Tubuh manusia yang sehat berasal dari
pola makan sehat. Jauh sebelum penelitian tentang gizi dimulai,
Rasulullah sudah menanamkan contoh yang baik dalam memelihara kesehatan
dengan pola makan sehat. Dalam Alquran, prinsip makan sehat adalah tidak
berlebih-lebihan. Selain itu, makanan yang dimakan adalah makanan yang
halal dan thoyyiban, artinya makanan tersebut diperoleh dengan
cara yang baik dan tidak merugikan kesehatan. Prinsip makan sehat
lainnya adalah makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, serta
makan tidak tergesa-gesa.
Sejarah Metode Food Combining
Awalnya, metode alami ini sudah sejak
lama dilakukan, namun belum memahami bagaimana prosesnya. Kemudian pada
tahun 1920-an, Dr. William Howard Hay, ahli bedah ternama di Amerika
Serikat membuktikan bagaimana penyakit ginjal kronis, pembengkakan
jantung, dan tekanan darah tinggi yang dideritanya selama bertahun-tahun
sembuh hanya dalam tiga bulan setelah menjalani pola makan sehat yang
kemudian dinamai food combining. Bahkan,
seperempat bobot tubuhnya yang hampir mencapai 100 kg juga lenyap
bersama penyakit-penyakitnya. Itulah sebabnya ia berkesimpulan bahwa
kesehatan dan vitalitas seseorang sangat bergantung pada pola makannya.
Bagaimana Metode Food Combining Ini Bekerja?
Metode ini bekerja dengan
memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia, yakni pencernaan,
penyerapan, dan pembuangan yang ternyata berlainan intensitasnya pada
pagi, siang, dan malam. Selain itu juga memperhitungkan sifat asam-basa
makanan, sehingga ada kombinasi-kombinasi makanan tertentu yang tidak
dianjurkan, karena menghambat kelancaran kerja pencernaan tubuh.
Pada pukul 12.00-20.00 terjadi proses
pencernaan yang membutuhkan lebih banyak energi dan asupan makanan. Maka
dari itu, pada waktu inilah seseorang perlu mengisi lambung dengan
makanan padat. Kemudian pada pukul 20.00 – 04.00 terjadi proses
penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan
pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu,
tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi
yang diperlukan untuk proses penyerapan. Selanjutnya, merupakan proses
terakhir, yaitu proses pembuangan yang terjadi pada pukul 04.00-12.00,
dimana pada waktu ini energi tubuh dipusatkan untuk pembuangan, sehingga
tubuh tidak perlu makanan padat yang sulit dicerna, cukup menganti
dengan makanan yang mengandung gizi yang cukup diperlukan oleh tubuh.
Pola Makan Sehat Rasulullah Saw.
Jauh sebelum teori food combining ditemukan, ternyata 14 abad silam, Rasulullah telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tercermin dalam aktivitas beliau yang direkam oleh para sahabat-sahabatnya dalam berbagai hadis dan riwayat yang dapat dipercaya. Mari kita simak pola makan sehat ala Rasulullah saw.
Pola Makan Sehat Nabi pada Waktu Pagi
Di waktu sepertiga malam, Rasulullah
menghirup udara segar. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan
salat malam. Udara ini sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori
oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi
metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas
seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh. Selain asupan
oksigen, Rasulullah juga melakukan siwak untuk menjaga kesehatan mulut
dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan
dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya
proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
Menjelang pagi hari, Rasulullah akan
sarapan dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu
asli. Madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus
dan menyembuhkan sembelit, wasir, dan peradangan. Kemudian, pada masuk
waktu duha, Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma.
Pola Makan Sehat Nabi Pada Sore Hari
Menjelang sore hari, menu Rasulullah
biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga
mengonsumi makanan pokok seperti roti. Pola makan sehat ini mencegah
lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan
kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan
minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu
tubuh di musim dingin.
Pola Makan Sehat Nabi Pada Malam Hari
Di malam hari, menu utama makan malam
Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan
zat dan fungsi menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan
penyakit. Kemudian Rasulullah saw. tidak langsung tidur setelah makan
malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang
dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.
Selain itu, ada beberapa makanan yang
dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama.
Makanan-makanan tersebut antara lain:
- Jangan minum susu bersama makan daging.
- Jangan makan daging bersama ikan
- Jangan makan ayam bersama minum susu.
- Jangan makan ikan bersama minum susu
- Jangan makan ikan bersama telur.
- Jangan makan ikan bersama daun selada.
- Jangan minum susu bersama cuka.
- Jangan makan buah bersama minum susu
Makanan dan minuman tersebut mengandung
ion yang berlawanan, contohnya daging ayam mengadung ion positif,
sedangkan susu mengandung ion negatif. Oleh karena ion yang berlawanan,
maka akan terjadi suatu reaksi yang bisa merusak anggota pencernaan.
Rasulullah pun pernah mengingatkan kita untuk tidak memakan makanan yang
berasal dari laut dan darat secara bersamaan. Belakangan ini diketahui
bahwa ternyata kedua jenis makanan tersebut memiliki tingkat kelarutan
yang berbeda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar