Jumat, 05 Februari 2016

Food Combining - Pola Makan Sehat ala Rasulullah

Tubuh manusia yang sehat berasal dari pola makan sehat. Jauh sebelum penelitian tentang gizi dimulai, Rasulullah sudah menanamkan contoh yang baik dalam memelihara kesehatan dengan pola makan sehat. Dalam Alquran, prinsip makan sehat adalah tidak berlebih-lebihan. Selain itu, makanan yang dimakan adalah makanan yang halal dan thoyyiban, artinya makanan tersebut diperoleh dengan cara yang baik dan tidak merugikan kesehatan. Prinsip makan sehat lainnya adalah makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, serta makan tidak tergesa-gesa.

Sejarah Metode Food Combining

Awalnya, metode alami ini sudah sejak lama dilakukan, namun belum memahami bagaimana prosesnya. Kemudian pada tahun 1920-an, Dr. William Howard Hay, ahli bedah ternama di Amerika Serikat membuktikan bagaimana penyakit ginjal kronis, pembengkakan jantung, dan tekanan darah tinggi yang dideritanya selama bertahun-tahun sembuh hanya dalam tiga bulan setelah menjalani pola makan sehat yang kemudian dinamai food combining. Bahkan, seperempat bobot tubuhnya yang hampir mencapai 100 kg juga lenyap bersama penyakit-penyakitnya. Itulah sebabnya ia berkesimpulan bahwa kesehatan dan vitalitas seseorang sangat bergantung pada pola makannya.

Bagaimana Metode Food Combining Ini Bekerja?

Metode ini bekerja dengan memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia, yakni pencernaan, penyerapan, dan pembuangan yang ternyata berlainan intensitasnya pada pagi, siang, dan malam. Selain itu juga memperhitungkan sifat asam-basa makanan, sehingga ada kombinasi-kombinasi makanan tertentu yang tidak dianjurkan, karena menghambat kelancaran kerja pencernaan tubuh.
Pada pukul 12.00-20.00 terjadi proses pencernaan yang membutuhkan lebih banyak energi dan asupan makanan. Maka dari itu, pada waktu inilah seseorang perlu mengisi lambung dengan makanan padat. Kemudian pada pukul 20.00 – 04.00 terjadi proses penyerapan  sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan. Selanjutnya, merupakan proses terakhir, yaitu proses pembuangan yang terjadi pada pukul 04.00-12.00, dimana pada waktu ini energi tubuh dipusatkan untuk pembuangan, sehingga tubuh tidak perlu makanan padat yang sulit dicerna, cukup menganti dengan makanan yang mengandung gizi yang cukup diperlukan oleh tubuh.

Pola Makan Sehat Rasulullah Saw.

Jauh sebelum teori food combining ditemukan, ternyata 14 abad silam, Rasulullah telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tercermin dalam aktivitas beliau yang direkam oleh para sahabat-sahabatnya dalam berbagai hadis dan riwayat yang dapat dipercaya. Mari kita simak pola makan sehat ala Rasulullah saw.

Pola Makan Sehat Nabi pada Waktu Pagi

Di waktu sepertiga malam, Rasulullah menghirup udara segar. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan salat malam. Udara ini sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh. Selain asupan oksigen, Rasulullah juga melakukan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
Menjelang pagi hari, Rasulullah akan sarapan dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir, dan peradangan. Kemudian, pada masuk waktu duha, Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma.

Pola Makan Sehat Nabi Pada Sore Hari

Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Pola makan sehat ini mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Pola Makan Sehat Nabi Pada Malam Hari

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit. Kemudian Rasulullah saw. tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.
Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:
  1. Jangan minum susu bersama makan daging.
  2. Jangan makan daging bersama ikan
  3. Jangan makan ayam bersama minum susu.
  4. Jangan makan ikan bersama minum susu
  5. Jangan makan ikan bersama telur.
  6. Jangan makan ikan bersama daun selada.
  7. Jangan minum susu bersama cuka.
  8. Jangan makan buah bersama minum susu

Makanan dan minuman tersebut mengandung ion yang berlawanan, contohnya daging ayam mengadung ion positif, sedangkan susu mengandung ion negatif. Oleh karena ion yang berlawanan, maka akan terjadi suatu reaksi yang bisa merusak anggota pencernaan. Rasulullah pun pernah mengingatkan kita untuk tidak memakan makanan yang berasal dari laut dan darat secara bersamaan. Belakangan ini diketahui bahwa ternyata kedua jenis makanan tersebut memiliki tingkat kelarutan yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Photobucket